Long Way Down (2007) – Serial Turing Dokumenter

Long Way DownBuat para maniak turing adventure siapa tak mengenal Long Way Down!?

Sejak serial perdana Long Way Round [baca: artikel LWR] dirilis dan mendapat respon yang cukup besar dari para pecinta turing dan petualangan, maka serial kedua dengan tema yang berbeda pun kembali dibuat. Long Way Down, film dokumenter yang dibintangi Ewan McGregor bareng Charley Boorman ini memang sensasional. Setelah sebelumnya ‘bermain-main’ dari London menuju New York dengan melintasi Uni Soviet lalu menyebrangi Selat Bering lewat serial Long Way Round.

Para turing mania bakal dibuat iri dengan perjalanan yang mereka lakukan. Yah, setidaknya untuk saya pribadi, film ini bisa menjadi obat sekaligus inspirasi untuk mimpi-mimpi dan obsesi tentang turing mengunjungi belahan bumi yang lain. (Maju terus kang JJ!! :D)


18 Negara, 2 Benua dan 15000 mil

Di serial LWD ini Ewan dan Charley menggunakan Motor BMW GS 1200 Adventure-nya, sebelumnya mereka memakai GS 1150 untuk serial Long Way Round. BMW GS Adventure ini memang sudah cukup dikenal bandel dan tangguh dikalangan para peturing dunia untuk motor kategori adventure-touring. Dengan penggerak menggunakan gardan, dan suspensi yang dibuat khusus oleh BMW untuk keperluan medan yang berat seperti gurun pasir, lumpur dan jalanan berbatu. Terbukti selama perjalanan ini trouble yang dialami tim hanya pada suspensi motornya Van Plonto si Kameramen.

Para crew yang lain seperti biasa akan menggunakan Service Car dimana akan memuat logistik selama pembuatan film, mulai dari makanan, peralatan dokumentasi, spare part, berkas-berkas administrasi, dll. Merka semua akan melakukan touring dari John O’Groats (sepertinya titik nol kilometer UK? :D) menuju Cape Town di Afrika Selatan. Dari ujung utara menuju ujung selatan. Melewati 18 negara dan 2 benua. Berjarak 15000 mil atau +/- 25000 km.

At John O'Groats

Long Way Down’s Route:

Skotlandia – Inggris – Prancis – Italia – Tunisia – Mesir – Sudan – Ethiopia – Kenya – Uganda – Rwanda – Tanzania – Malawi – Zambia – Bostwana – Namibia – Afrika Selatan.

Perjalanan mereka melintasi jalan-jalan pedesaan di Skotlandia, lalu menyebrang melalui Terowongan bawah laut Selat Channel (Channel Tunnel). Di Prancis mereka kembali melewati sebuah terowongan, Mount Blanc Tunnel. Di Italia para petualang ini mengunjungi museum Motoguzzi, Danau Como, Roma selanjunya menyebrang ke Pulau Sisilia sebagai checkpoint menuju Afrika. Dan perjalanan memasuki benua hitam pun dimulai dari sini melalui Tunisia.

Afrika yang eksotis

Banyak kejadian yang cukup menarik terjadi di Afrika. Di awal perjalanannya di Afrika yaitu Tunisia, mereka mengunjungi salah satu lokasi setting film Star Wars, dimana McGregor sendiri merupakan aktornya. Menyusuri komplek Piramid di Mesir. Melintasi Ekuator di Kenya, dan disuguhi trik oleh penduduk lokal. Lalu, terjebak kemacetan di sebuah jalanan yang hanya cukup dilalui oleh satu kendaraan, gara-gara ada truk pengangkut yang terguling. Lalu melalui jalanan dari mulai aspal yang mulus sampai harus terjebak di kolam lumpur akibat luapan sungai. Mengunjungi para penduduk nomaden. Menyaksikan langsung wild life khs Afrika, satwa liar, uniknya pasar keledai di Ethiopia serta Bungee Jumping dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman seru mereka selama di Afrika. Selain tentu saja kondisi alam Afrika yang keras tetapi juga memikat.

LWD at South Africa

LWD title

4 thoughts on “Long Way Down (2007) – Serial Turing Dokumenter

  1. Yaudah nanti klo dah beres dibakarnya saya konfirm.

    nanti minta no contactnya aja, PM ke YM aja.

    saya emang lgi di Bandung, bro… kuliah disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s